Minggu, 08 Maret 2020

Contoh Dedar Prawacana Penelitian


PENDAHULUAN

   A.    Background
Pada awalnya, bahasa Inggris, secara formal, hanya diajarkan mulai dari tingkat SMP/MTS (Sekolah Menengah Atas/Madrasah Tsanawiyah). Seiring dengan berjalannya waktu, kini bahasa Inggiss sudah mulai diajarkan  di tingkat SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah), bahkan sudah ada beberapa sekolah TK (Taman Kanak-kanak) juga suda memasukkan bahasa inggris sebagai mata pelajaran mereka. Hal ini berarti bahwa anak-anak dengan usia dini sudah diharapkan mampu mendapatkan pengalaman terhadap pemerolehan bahasa inggris sebagai bahasa asing ataupun bahasa ke dua. Hal ini berdasar dari hadirnya teori  pemerolehan bahasa kedua, SLA (Second Language Acquisition), oleh Stephen Krashen yg mengatakan penguasaan bahasa kedua (di sini: bahasa inggris) lebih efektif melalui pemerolehan (acquisition), yg berarti siswa memperolah bahasa kedua bagaikan memperolah bahasa Ibu (Indonesia) bagaikan mempelajari secara sadar bahasa itu. Hasil penelitian terbaru dikatakan bahwa “pemerolehan bahasa” tidak hanya angsal terjadi dengan anak-anak (elementary) tetapi juga dengan tingkat orang dewasa (intermediate/advanced).

Di tingkat SMP/MI, para siswa sudah mulai untuk fokus dalam mempelajari ke empat skill (reading, listening, speaking, dengan writing secara sederhana). Hal ini berarti siswa diharapkan sudah mempunyai kosa kata (vocabulary) kurang lebih 700. Kosa kata 700 itu sudah seharusnya mereka kuasai dengan baik, baik itu arti katanya maupun cara pegucapan (pronunciation) kosa kata tersebut. Penguasaan kosa kata tak hendak pernah bisa terlepas dari ke empat skill yg haru dimiliki oleh seorang siswa. Tanpa pengausaan vocabulary yang cukup siswa hendak mendapatkan kesulitan yg signifikan dalam menguasai ke empat skill tersebut. Hal ini berdasarkan bukti, baik itu dari informasi guru dengan siswa sendiri, bahwa para siswa kelas VII C di SMP Muhammadiyah masih sering mengalami kesulitan dalam menguasai ke 4 skill itu. Yang paling jelas nampak yaitu pemahaman mereka terhadap teks-teks reading masih sangat lemah.

Para guru sendiri mengeluhkan hendak lemahnya penguasaan kosa kata para siswa dengan anggapan bahwa seharusnya penguasaan kosa kata siwa sudah dialami sejak usia dini (pada masa Sekolah Dasar). Para guru mengalami kesulitan dalam memberikan kosa kata kepada para siswa dikarenakan waktu singkat yg kurang memungkinkan untuk memberikan kelas yg betul-betul fokus ke penguasaan kosa kata karena guru harus mengajarkan ke empat skill berdasarkan kurikulum yg berlaku.

Selain itu, adanya anggapan di kalangan pelajar bahasa Inggris di Indonesia, termasuk siswa di VII C SMP Muhammadiyah, yg beranggapan bahwa belajar bahasa inggris itu sulit karena harus menguasai struktur bahasa inggris (grammar) yang berbeda dengan struktur bahasa Indonesia. Anggapan ini membuat para pelajar bahasa inggris itu lebih mementingkan belajar grammar dibandingkan menguasai kosa kata yg cukup. Faktor lain yg menyebabkan kurangnya penguasaan kosa kata bahasa inggris dikalangan siswa yaitu adanya asumsi bahwa menghapal kosa kata itu hal yangsulit dengan membosankan karena kosakata yg sudah dihapal hari ini misalnya hendak dengan cepat hilang dari memori di esok harinya.

Menurut Winitz (1961) pembelajaran bahasa yg efektif harus dimulai dengan “pemahaman” terhadap bahasa yg dipelajari dengan dengan akhirnya siswa hendak mampu memproduki “bahasa” tersebut. Makna dari kata “pemahaman” di sini tidaklah keluar dari penguasaan kosa kata (vocabulary) yg hendak membawa para siswa memahami bahasa tersebut (inggris). Sedangkan kata “memproduksi” di sini kembali ke empat skill yg harus dikuasai oleh siswa, bisa  kita spesifikkan ke kemampuan “speaking”.

Berdasarkan teori di atas metode yg paling sesuai untuk pembelajaran bahasa inggris yg tepat yaitu metode TPR (Total Phisical Response). TPR merupakan sebuah pendekatan dalam pengajaran bahasa inggris yg berdasar dengan kemampuan pendengaran (listening), yag berbentuk perintah, yg biasanya dihubungkan ataupun diaplikasikan dengan aktifitas-aktifitas fisik. Alasan lain peneliti yaitu bahwa siswa SMP (adolescents) hendak lebih merasa relax, nyaman dengan enjoy dalam belajar dengan mendengarkan music yg hendak membantu efektifnya pembeajaran (Chomsky).

Akhirnya, penulis ingin menekankan bahwa dalam PTK (Penelitian Kelas) ini hendak dilakukan dengan menggunakan metode TPR (Total Phyisical Response), yang menggunakan lagu-lagu (songs) dan aktifitas-aktifitas fisik di kelas VII C di SMP Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini berjudul: “MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA  SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TPR (TOTAL PHISICAL RESPONSE) DI MENIT AWAL (10-15 MENIT) PADA SETIAP PERTEMUAN/KELAS DI KELAS VII C SMP MUHAMMADIYAH MAKASSAR TAHUN AJARAN 2011-2012.”

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana implementasi penggunaan metode TPR (Total Physical Response) dengan menggunakan lagu (songs) dengan aktifitas fisik (body movement) dalam pengajaran kosakata bahasa inggris di SMP kelas VII C Muhammadiyah Makassar tahun ajaran 2011/2012?; dan
2.      Dapatkah metode TPR (Total Physical Response) dengan menggunakan lagu (songs) dengan aktifitas fisik (body movement) meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa inggris siswa SMP kelas VII C Muhammadiyah Makassar tahun ajaran 2011/2012?

   C.    Batasan Masalah
1.      Penelitian difokuskan dalam penggunaan metode TPR (lagu-lagu dengan aktifitas-aktifitas fisik) dalam meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa inggris siswa;
2.      Lagu-lagu dengan aktifitas-aktifitas fisik yg digunakan dalam metode ini (TPR) didasarkan dari jenis kosa kata, sesuai tema pembelajaran di setiap pertemuan, yg ingin diperkenalkan ke siswa.
3.      Yang menjadi subjek dari penelitian ini terbatas dengan guru-guru bahasa inggris dengan para siswa kelas VII C SMP Muhammadiyah Makassar.

   D.    Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan penguasaan kosa kata siswa. Berikut tujuan-tujuan secara khusus:
1.      Untuk menggambarkan implementasi penggunaan metode TPR (Total Physical Response) dengan menggunakan lagu (songs) dengan aktifitas fisik (body movement) dalam pengajaran kosakata bahasa inggris di SMP kelas VII C Muhammadiyah Makassar tahun ajaran 2011/2012.; dan
2.      Untuk mencari tahu apakah penggunaan metode TPR (Total Physical Response) dengan menggunakan lagu (songs) dengan aktifitas fisik (body movement) meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa inggris siswa SMP kelas VII C Muhammadiyah Makassar tahun ajaran 2011/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar