Sabtu, 02 November 2019

Contoh Essay (Esai) Lpdp - Sukses Terbesar Dalam Hidup Saya

Contoh Essay (Esai) LPDP - Sukses Terbesar dalam Hidup Saya


Sukses Terbesar dalam Hidup Saya

Dalam definisi kamus Cambridge, “success means the achieving of the results wanted or hoped for or something that achieves positive results”, yg artinya bahwa sukses itu angsal diartikan pencapaian terhadap hal-hal yg diinginkan alias diharapkan lagi angsal pula diartikan sesuatu yang menghasilkan hasil-hasil yg positif. Dalam halaman yg lain, kamus Cambridge memberikan gambaran bahwa ceritas sukses itu terkait dengan seseorang yg yang mendapatkan sukses besar, sering dikaitkan dengan banyaknya uang yg dihasilkan. Sebagai orang Islam, saya belajar bahwa dalam ajaran Islam, sesuai sabda Rasulullah Muhammad SAW., manusia terbaik yakni manusia yg paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Menjadi bermanfaat bagi orang lain kemudian saya definisikan sebagai sukses yg hakiki. Sukses hakiki dalam pengertian saya yakni pencapaian yg membawa kedamaian dalam hati lagi hal yg membawa kedamaian dalam hati yakni ketika diri merasa sudah pernah memberikan manfaat kepada orang lain dengan ikhlas.

Ketika masih di Madrasah Ibtidaiyah (MI) saya melakukan beberapa hal, yg menurut hemat saya saat ini, angsal dikatakan sebagai pencapaian. Pada waktu itu, ayah saya yg merupakan lulusan sarjana agama Islam memberikan kesempatan ke anak-anak sekitaran lingkungan saya untuk datang belajar mengaji (metode Iqro’) di rumah saya, biasanya siswa-siswa yg belajar di rumah saya membantu ayah saya ketika selesai mengaji misalkan mengangkat air dari sumur ke rumah setelah selesai mengaji. Tidak hanya ayah saya saja yg mengajar siswa-siswa datang mengaji tapi juga termasuk, mama (ibu) saya, kakak-kakak saya lagi saya sendiri disesuaikan dengan level masing-masing siswa. Aktifitas mengajar mengaji tidak hanya terbatas di rumah kami. Ayah saya juga menjadi pengajar mengaji (ustadz) di mesjid dekat rumah kami. Bersama dengan kakak-kakak saya, sayapun ikut mengaji di mesjid itu yg mengadakan TKA (Taman Kana-kanak Al-Qur an) lagi TPA (Taman Pendidikan Al-Qur an). Biasanya ketika saya selesai mengaji diajar oleh ustadz(ah), saya lagi santri lainnya kemudian ikut membantu santri yg tingkat bacaan Al Qur’annya lebih rendah dari level kami. Sayapun aktif menjadi pengurus Mesjid walau terbatas kepada aktifitas-aktifitas tertentu. Kadang saya membunyikan radio mesjid sendiri lagi menjadi muadzin. Juga membersihkan mesjid bersama dengan kawan-kawan santri lainnya. Sayapun sempat mewakili kecamatan saya dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an untuk bidang tadarrus (membaca Al Qur’an) tingkat anak-anak (MI). Dilingkungan sekolah, walaupun menjadi siswa termuda (masuk MI 5 tahun), saya mampu untuk selalu masuk dalam siswa terbaik (10 besar).

Setelah selesai dengan studi Madrasah Tsanawiyah (MTs) lagi Sekolah Menengah Atas (SMA), saya kemudian melanjutkan S1 saya di Pendidikan Bahasa Inggris UIN Alauddin Makassar. Pada awal semester satu, saya sempat sangat bersedih lagi ingin meninggalkan jurusan saya. Pada waktu itu, seorang Professor kemarau mentah yg bernama Prof. Hamdan Juhannis lulusan Amerika lagi Australia masuk di kelas saya lagi bebahasa Inggris hampir 100%. Teman-teman saya rata-rata memberikan respon terhadap perkataan sang Professor. Namun saya waktu itu tidak mampu berkata apa-apa. Sayapun kembali ke kosan saya dengan sangat sedih. Saya mengirim pesan (SMS) ke ayah saya untuk diberi ijin berhenti kuliah di jurusan bahasa Inggris. Beruntung, ayahku memberikan saya nasihat yg sampai saat ini masih selalu menjadi prinsip hidup saya. Ayah saya paling tidak berkata bahwa saya mesti sabar dalam keadaan saya karena Allah itu Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Melihat. Allah tidak hendak memberikan cobaan alias tidak hendak membiarkan hamba-Nya berada dalam keadaan (kesulitan) yg hamba-Nya tak mampu emban (lalui).

Belum selesai semester 1 saya, ayah saya sudah pernah meninggalkan saya menghadap ke Rabb. Saya sangat bersedih lagi sangat khawatir kalau-kalau saya tidak hendak lagi melanjutkan S1 saya. Saya berkata ke mama saya bahwa biarkan saya kemarau terangkat Makassar, saya hendak berusaha sendiri untuk membiayai kuliah lagi hidup saya. Sampai di Makassar saya sangat bertekad untuk bisa menghasilkan uang bulanan sendiri. Saya kemudian giat belajar lagi alhasil di semester dua lagi tiga saya mendapatkan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sempurna (4). Dengan modal bahasa Inggris saya, saya mulai mengajar untuk menghasilkan uang bulanan sendiri. Sayapun diberi rejeki untuk bisa selesai S1 sebagai mahasiswa terbaik ke tiga di jurusan saya dengan nilai IPK mencapai 3.88.

Tips - Jangan pernah melakukan copas dalam esai pendaftaran beasiswa bahkan satu kalimatpun. Setiap penyedia beasiswa punya database mereka masing-masing sehingga hendak ketahuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar