Minggu, 03 November 2019

Contoh Essay (Esai) Lpdp - Rencana Studi


Contoh Essay (esai) LPDP

Logo LPDP


Berikut esai yg saya gunakan mendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia (LPDP) program Magister luar negeri program TESOL. Alhamdulillah, Masyaa Allah Laa quwaataa ilaa billaah diijinkan lulus tahap wawancara.

Rencana Studi
Mengingat pentingnya kemampuan berbahasa Inggris saat ini termasuk dalam bidang publikasi ilmiah internasional, teknologi yg umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, persiapan menuju ASEAN Free Trade Area (AFTA), komunikasi internasional termasuk dalam hal politik, forum internasional bagi pelajar-pelajar Indonesia, sebagai usaha terhindar dari kesalahpahaman karena bahasa ketika masyarakat Indonesia berkunjung ke negara lain, bersama manfaat lainnya, saya memutuskan melanjutkan studi master (S2) saya dengan bidang pengajaran bahasa Inggris yaitu MSc Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) sebagai kelanjutan studi S1 saya dengan bidang Pendidikan Bahasa Inggris.

Mempertimbangkan pentingnya bagi saya untuk belajar di negeri berbahasa Inggris, manfaat melanjutkan studi di universitas terbaik, kesesuaian antara mata pelajaran dengan keadaan (tantangan) yg terjadi dengan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia, bersama hal berpengaruh lainnya, saya memutuskan memusatkan studi master saya di University of Edinburgh yg terletak di Edinburgh, Scotland, United Kingdom (UK). University of Edinburgh berada dengan peringkat ke-17 terbaik dunia bersama terbaik ke-18 dalam bidang pendidikan (sumber: QS World University Rankings 2014/2015).

Pada semester satu saya atas mengambil empat mata kuliah yg kesemuanya merupakan mata kuliah wajib, tiga di antaranya masing-masing 20 kredit, bersama satu lainnya 10 kredit, sehingga nominal kredit yg atas saya selesaikan di semester ini sama dengan 70 kredit. Ke tiga mata kuliah itu sama dengan Language and the Learner, TESOL Methodology, dan Second Language Teaching Curriculum; sementara mata kuliah yg lainnya, yg memiliki 10 kredit, sama dengan Sources of Knowledge.

Pada semester dua saya atas mengambil dua mata kuliah wajib yaitu Conceptualising Research dan Planning Research, bersama berkesempatan untuk memilih dua mata kuliah lainnya. Mengingat keadaan pengajaran bahasa Inggris di Indonesia yg sesuai dengan rencana penelitian (disertasi) saya, dari beberapa mata kuliah yg ada saya berencana mengambil Evaluation and Design of Materials bersama Language and Culture Pedagogy.

Mata kuliah di atas atas membantu saya menyelesaikan proyek disertasi saya ke depannya yg berjudul “A Study on English Language Curriculum in Indonesian Senior High Schools” (Studi Terhadap Kurikulum Pengajaran Bahasa Inggris di Tingkat Sekolah Menengah Atas/SMA). Tujuan pengajaran bahasa Inggris yg tecakup dalam aturan Kemendiknas sama dengan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hal ini sesuai dengan begitu banyaknya pelatihan bersama rekomendasi ke para guru dalam mengajarkan bahasa Inggris untuk komunikasi. Sesuai pengalaman saya dalam mengajar bahasa Inggris, baik sebagai pengajar di institusi-institusi swasta (kursusan bahasa Inggris) maupun sebagai pengajar Pusat Bahasa dalam kampus (UIN Alauddin), saya menemukan bahwa bahasa Inggris sebagai alat komunikasi begitu ditekankan ke para siswa sehingga sebagai pengajar saya selalu diinstruksikan untuk aktif dalam menyediakan metode pengajaran bahasa Inggris yg komunikatif.

Walaupun begitu ditekankankannya pengajaran bahasa Inggris yg komunikatif, dalam realitasnya Ujian Nasional (UN) sebagai evaluasi pembelajaran termasuk bahasa Inggris tidak memasukkan skill speaking untuk dievaluasi. Namun yg di-evaluasi sama dengan skill reading dan listening. Tidak hanya itu, berbeda dengan Ujian Nasional, penerimaan mahasiwa baru di berbagai universitas Indonesia yg menyediakan tes bahasa Inggris pun berbeda. Ada yg berfokus dengan skill reading saja bahkan ada yg masih saja berfokus dengan tes grammar atau structure. Ketidaksesuaian ini kemudian mendorong saya untuk mengadakan penelitian dengan bidang evaluasi kurikulum pengajaran bahasa Inggris di Indonesia.

Bidang TESOL, University of Edinburgh, menyediakan grup bagi para peneliti (ahli) di bidang TESOL yg ada di University of Edinburgh. Grup itu bernama Edinburgh TESOL & Applied Language (ETAL) Research Group. Grup ini menyediakan ruang bagi mahasiswa bekerja sama dengan staf pengajar TESOL untuk aktif dalam aktifitas-aktifitas sosial bersama yg terkait penelitian termasuk menyediakan berbagai seminar, konferensi, proyek penelitian, bersama sekolah musim kemarau bidang TESOL. Komunitas ini sesuai dengan visi saya ke depannya untuk bisa aktif dalam bidang penelitian. Kesempatan ini tidak hanya membantu saya dalam meningkatkan kemampuan saya dalam status dosen (pengajar) bahasa Inggris nantinya tapi juga sebagai peneliti bidang pengajaran Bahasa Inggris. 

Tips - Jangan pernah melakukan copas dalam esai pendaftaran beasiswa bahkan satu kalimatpun! Setiap penyedia beasiswa punya database mereka masing-masing sehingga atas ketahuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar